• Terbaru
  • Tren
  • Semua
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Kopi Dan Sejarah Asal Mula Kopi Di Minum Manusia

Kopi Dan Sejarah Asal Mula Kopi Di Minum Manusia

Maret 4, 2021

DPR Setujui Polri Tetap Dibawah Presiden

Januari 28, 2026

Sidang Paripurna DPR: Polri di Bawah Presiden, Bukan Kementerian!

Januari 28, 2026

Baca Saja : Sidang Paripurna DPR: Polri di Bawah Presiden, Bukan Kementerian!

Januari 28, 2026

Simak Baik Baik Hasil Sidang RDP Polri Bersama DPR RI

Januari 28, 2026

Baca Saja : Simak Baik Baik Hasil Sidang RDP Polri Bersama DPR RI

Januari 28, 2026

Hasil Sidang RDP Polri Bersama DPR RI

Januari 28, 2026

Baca Saja : Hasil Sidang RDP Polri Bersama DPR RI

Januari 28, 2026

Pihak Fraksi-fraksi DPR Kompak Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden

Januari 27, 2026

Baca Saja : Pihak Fraksi-fraksi DPR Kompak Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden

Januari 27, 2026

Luar Biasa Fraksi-fraksi DPR Kompak Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden

Januari 27, 2026

Baca Saja : Fraksi-fraksi DPR Kompak Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden

Januari 27, 2026

Fraksi-fraksi DPR Kompak Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden

Januari 27, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Rabu, Januari 28, 2026
  • Login
BacaSaja
  • Beranda
  • Berita Polisi
  • Hukum Dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Trending Topik
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
BacaSaja
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Home Uncategorized

Kopi Dan Sejarah Asal Mula Kopi Di Minum Manusia

Berbagai catatan masa lampau menyatakan sejarah kopi bermula pada abad ke-9 di dataran Afrika

oleh admin
Maret 4, 2021
di Uncategorized
0
Kopi Dan Sejarah Asal Mula Kopi Di Minum Manusia
641
SHARES
1.8k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kopi bukanlah sebuah kalimat yang asing bagi semua manusia, pria dan wanita pasti mengetahui nama sebuah Kopi walaupun tidak semua suka minum Kopi

Berbagai catatan masa lampau menyatakan sejarah kopi bermula pada abad ke-9 di dataran Afrika, tepatnya dari negara Ethiopia dan Eritrea. Secara lebih spesifik, nama daerah asal tanaman kopi pada masa kuno tersebut adalah Abyssinia.

Akan tetapi, tidak diketahui secara pasti bagaimana masyarakat Abyssinia memanfaatkan tanaman kopi. Karena pada masa itu tanaman kopi kemungkinan hanya menjadi komoditas komersial yang dibawa pedagang dari Abyssinia ke Yaman oleh orang Arab. Sedangkan, pemanfaatan kopi sebagai minuman pertama kali dipopulerkan oleh orang-orang Arab.

Sejarah mencatat, bahwa perdagangan biji kopi dikendalikan oleh pedagang Arab. Monopoli tersebut dilakukan dengan perdagangan melalui pelabuhan Mocha di Yaman kemudian diperdagangkan hingga ke Eropa. Pada saat itu Mocha adalah satu-satuya pintu perdagangan kopi, bahkan hingga saat ini kita mengenal istilah kopi mocha.

Pada abad ke 17 orang-orang Eropa mulai mengembangkan perkebunan kopi. Akan tetapi karena iklim yang tidak cocok untuk tanaman kopi, maka orang-orang Eropa mencoba untuk membudidayakan tanaman kopi di daerah jajahan mereka. Hingga pada akhirnya, hasil tanaman kopi oleh bangsa Eropa di berbagai daerah jajahan mampu menggeser dominasi kopi dari bangsa Arab.

Tanaman kopi juga ditaman oleh bangsa Belanda ketika itu, terutama di Pulau Jawa yang dijadikan pusat tanaman kopi oleh mereka. Bahkan “Cup of Java” atau kopi yang berasal dari Jawa sempat populer masa itu.

Daftar Isi

Istilah Kopi

William H. Ukers dalam buku yang ditulisnya mengatakan bahwa kata “kopi” masuk dalam bahasa-bahasa Eropa pada tahun 1600-an. Dalam buku “All About Coffee” (1922) tersebut dikatakan kata “kopi” atau “coffee” diambil dari bahasa Arab “qahwa” yang diserap ke bahasa Turki “kahveh”.

Dalam bahasa Arab, kata “qahwa” bukan berarti tanaman kopi, namun justru merujuk pada nama minuman. Dapat dikatakan “qahwa” merupakan sebutan untuk minuman yang dibuat dari biji dan diseduh denga air panas.

biji kopi hitamPixabay

Pendapat lain dalam Symposium on The Etymology of The Word Coffee pada tahun 1909, menyepakati bahwa kata “coffee” tertuju pada istilah “qahwa” dalam bahasa Arab yang berati “kuat”. Namun terdapat juga pendapat lain, bahwa “qahwa” memiliki arti jenis minuman dari anggur atau wine.

Selain itu, ada pendapat lain yang mengatakan penggunaan istilah kopi tidak berasal dari bahasa Arab dan melainkan diambil dari bahasa Abyssinia yang merupakan daerah asalnya. Menurut teori ini, kopi diadaptasi dari kata “kaffa” yang merupakan sebuah kota di daerah Shoa, terletak di Selatan Barat Daya Abissynia.

Akan tetapi pendapat tersebut terbantahkan karena tidak didukung oleh bukti kuat. Karena ada bukti menunjukkan bahwa buah kopi atau biji kopi disebut dengan nama “bun” atau “bunn” dan tidak merujuk pada minuman.

Bersumber dari kata “qahwa” dalam bahasa Arab, kemudian diserap ke bahasa Turki “kahve”, bahasa Belanda “koffie”, bahasa Perancis “cafe”, bahasa Italia “caffe”, bahasa Inggris “coffee”, bahasa Jepang “kehi”. bahasa Cina “kia fey” dan bahasa Melayu “kawa”. Keseluruhan nama tersebut memiliki kesamaan bunyi dengan kata “qahwa”.

Sedangan kata “kopi” yang kita kenal saat ini untuk menyebut minuman dari biji kopi merupakan serapan kata dari bahasa Belanda “koffie”. Teori ini dirasa akurat sebab pemerintahan Belanda membuka perkebunan kopi pertama di Indoneia. Namun tidak menutup kemungkinan juga diserap langsung dari bahasa Arab dan Turki karena Indonesia telah memiliki hubungan dengan mereka sebelum bangsa Eropa datang.

baca juga:  Pepaya Calina – Taksonomi, Sebaran, Nutrisi & Cara Budidaya

Legenda Kopi

Terdapat cerita masyarakat yang sangat terkenal tentang awal manusia mengolah kopi, yaitu legenda “Si Kaldi dan kambingnya” dan cerita “Ali bin Omar al Shadhili”

a. Si Kaldi dan Kambingnya

Cerita ini merupakan legenda dari Ethiopia, yaitu tentang Kaldi seorang pemilik kambing. Diceritakan pada suatu hari Kaldi melihat kambingnya dalam keadaan hiperaktif, berlarian dan melompat kesana kemari. Kaldi merasa heran dengan keadaan kambing yang dia miliki tidak seperti biasanya.

Kemudian Kaldi mencari tahu apa yang telah di makan oleh kambingnya. Setelah diselidiki, ternyata kambingnya telah memakan buah berwarna merah dari pohon yang belum ia kenali. Karena penasaran, Kaldi kemudian mencoba buah tersebut dan kemudian ia bertingkah layaknya kambingnya tadi.

Setelah kejadian itu, Kaldi kemudian menanyakan kepada seorang biarawan. Biarawan itu pun tertarik dan ingin mencoba buah merah tersebut. Setelah dicoba, biarawan itu merasa ada tenaga tambahan dan tidak mengantuk ketika melakukan do’a malam sehingga menginginkannya untuk dikonsumsi.

Namun karena rasanya yang sedikit pahit, biarawan ini kemudian mengolahnya dengan memangga dan menyeduh biji buah merah tersebut. Sejak itu lah kopi dikenal sebagai minuman yang memberikan efek mengusir kantuk dan memberikan tenaga ekstra.

b. Ali bin Omar al Shadhili

Menurut legenda ini, hiduplah seseorang yang bernama Ali bin Omar al Shadhili. Ia merupakan tabib yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit sekaligus ahli sufi yang taat beribadah.

Akan tetati tabib tersebut tidak disukai oleh penguasa lokal saat itu, sehingga dituduh dengan fitnah bahwa ketika mengobati pasiennya, Alib bin Omar al Shadhili bersekutu dengan setan. Karena isu tersebut, ia diusir dai kota Mocha.

Ketika perjalanan setelah pengusiran tersebut, Ali bin Omar al Shadhili merasakan lapar dan menemukan sebuah gua. Ia mendapati ada buah berwarna merah kemudian memakannya. Namun karena terasa pahit, ia pun mengolah buah merah itu dengan cara memanggang dan merebusnya.

Akan tetapi, biji kopi tersebut belum juga dapat dimakan. Kemudian ia menyeduhnya dan meminum airnya, dan ternyata air tersebut memberikan tenaga tambahan. Ali bin Omar al Shadhili kemudian terkenal karena air seduhan tersebut, hingga pada suatu waktu penguasa mendengan kabar tentang minuman ini. Sehingga Ali bin Omah al Shadhili kembali dipanggil ke kota untuk tinggal dan menamakan minuman hitam tersebut dengan nama Mocha.

Awal Budidaya Kopi

Tanaman kopi yang pertama kali dibudidayakan adalah kopi jenis arabika (Coffea arabica). Sebab, sejarah mencatat bahwa kopi bermula dibawa dari Abyssinia menuju ke Yaman dan kemudian dibudidayakan di dataran tinggi wilayah tersebut.

panen kopiPixabay

Pekiraan waktu budidaya kopi dilakukan pada tahun 575 masehi. Meski berkembang lambat, budidaya kopi tetap dijalankan dan menjadi komoditas eksklusif daerah tersebut, serta diperdagangkan melalui pelabuhan Mocha di Yaman.

Untuk melindungi eksklusifitas tanaman kopi, para pedagang arab sengaja merebus biji kopi sebelum diperdagangkan dengan tujuan agar biji tidak dapat tumbuh ketika ditanam.

Penyebaran Tanaman Kopi

Dari peta jalur penyebaran kopi dibawah ini, dapat dilihat bahwa asal mula tanaman kopi adalah dari negara Ethiopia, kemudian menyebar ke negara lain di Afrika, Yaman hingga ke benua-benua lainnya.

a. Penyebaran ke Asia Selatan

Meskipun upaya untuk mempertahankan kopi agar hanya dapat diperdagangkan oleh pedagang Arab dilakukan, ternyata upaya tersebut tidak berhasil. Pada tahun 1616 orang Belanda berhasil membawa tanaman kopi melalui pelabuhan Mocha ke Holand, Belanda. Selanjutnya, orang-orang Belanda mencoba untuk menanam tanaman kopi di Srilanka.

Selain itu, tanaman kopi juga pernah dicoba ditanam di Dijon, Perancis. Akan tetapi, tanaman kopi tidak dapat tumbuh dan upaya ini gagal.

Selain penyebaran kopi melalui pelabuhan Mocha yang saat itu dianggap satu-satunya jalur perdagangan kopi, ternyata kopi dapat menyebar melalui jalur-jalur lain. Salah satunya adalah melalui para peziarah yang datang ke Mekah dan Madinah untuk berhaji.

baca juga:  Ternak Lovebird Koloni – Peluang Usaha, Keunggulan & Panduan Cara Ternak Sukses

Salah satu orang yang berhasil membawa biji kopi adalah peziarah dari India, yaitu Baba Budan. Ia berhasil membawa biji kopi yang dapat ditanaman dan dibudidayakan di Chikmagalur, India bagian selatan.

buah kopiPixabay

b. Penyebaran ke Asia Tenggara

Pada masa penjajahan di Indonesia, pemerintah VOC Belanda mendatangkan tanaman kopi dari Malabar, India. Asal usul jenis kopi yang dibawah ke pulau Jawa tersebut berasar dari Yaman yang telah dibudidayakan di Malabar. Tanaman kopi yang dibawa tersebut ditanam di Kadawung, namun budidaya ini gagal akibat banjir.

Sekitar 3 tahun berikutnya, Belanda kembali mendatangkan tanaman kopi berupa stek yang juga berasal dari Malabar. Upaya budidaya tanaman kopi ini dapat dikatakan berhasil dan mencapai puncaknya ketika berhasil menggeser dominasi kopi dari Yaman. Bahkan, ketika itu Belanda menjadi eksportir kopi terbesar di dunia.

c. Penyebaran ke Amerika dan sekitarnya

Tanaman kopi sampai ke benua Amerika dan kepulauan sekitarnya melalui dua jalur masuk. Pertama, ketika pada tahun 1706 Belanda membawa tanaman kopi dari Jawa ke kebun raya Amsterdam, kemudian tanaman kopi tersebut dibawa ke Suriname sebagai hadiah kepada Raja Louis XIV di Paris.

Kemudian pada tahun 1720 tanaman kopi dari Paris tersebut dibawa dan kemudian di taman di daerah Karibia yang merupakan kawasan koloni Perancis. Menurut cerita, tanaman kopi yang dibawa dalam kondisi hidup dan melintasi lautan tetap dapat hidup berkat penyiraman yang dilakukan oleh anak buah kapal. Kopi yang berasal dari Amsterdam ini dikenal dengan nama kultivar Typica.

Jalur yang kedua tanaman kopi dapat masuk ke Amerika adalah melalui Pulai Bourbon, saat ini dikenal La Reunion. Biji kopi berasal dari utusan Sultan Yaman kepada Raja Louis XIV pada tahun 1715. Jumlah biji kopi yang diterima adalah 60 butir benih kopi yang selanjutnya ditaman di daerah jajahan Perancis di benua Amerika. Kopi jenis ini kemudian dikenal dengan kultivar Bourbon.

Kultivar Typica dan Bourbon merupakan tanaman kopi jenis arabika yang saat ini dipercaya sebagai asal tanaman kopi diberbagai perkebunan.

Budaya Meminum Kopi

Ada sebuah catatan dari ilmuwan musim Al Razi (850-920) yang dianggap paling tua mengenai kopi. Al Razi yang juga seorang ahli kedokteran dalam catatannya menulis tentang suatu minuman yang bernama bunshum dan memiliki ciri-ciri mirip dengan kopi.

budaya minum kopiIMGIX

Selain itu, catatan lain juga diperoleh dari Ibnu Sina (980-1037) yang juga seorang ahli kedokteran. Dalam catatannya, Ibnu Sina menggambarkan adanya biji yang bisa diseduh dan berkhasiat menyembuhkan salah satu penyakit perut. Informasi dari catatan tersebut merujuk pada ciri-ciri kopi yang kita kenal saat ini. Minuman yang diberi nama bunshum dan bijinya bernama bun.

Dalam perdagangan Islam, kopi merupakan salah astu komoditas ekonomi yang sangat penting. Meski sempat dinyatakan sebagai minuman terlarang, minuman kopi sangat digemari dan terkenal diantara para peziarah kota Mekah. Bukan tanpa sebab, karena minuman kopi dapat membuat terjaga ketika beribadah di malam hari.

Pada periode kekhalifahan Turki Ustmani, minuman kopi semakin menjadi primadona. Kopi menjadi sajian minuman utama pada setiap perayaan di Istanbul.

Kopi menyebar ke Eropa ketika pada tahun 1600-an para pedagang dari Venesia membeli kopi dari pelabuhan Mocha d Yaman. Kemudian menyebar ke daerah-daerah koloni bangsa Eropa lain, seperti New York yang menjadi koloni Belanda pada tahun 1668.

Sejarah Kopi di Indonesia

Asal mula masyarakat Indonesia mengenal kopi tidak dapat dilepaskan dari masa kolonial Belanda. Pada tahun 1969, Belanda membawa kopi dari Malabar, India dan dibawa ke Jawa. Saat itu, kopi pertama kali dibudidayakan di kawasan perkebunan dekat Batavia, yaitu Kedawung. Upaya ini gagal karena tanaman kopi mati akibat banjir.

Selanjutnya, pemerintah Belanda pada tahun 1699 kembali mendatangkan bibit kopi dari hasil stek kopi dari Malabar. Upaya ini berhasil, pada tahun 1706 sampel kopi dari Jawa dikirim ke Belanda untuk diteliti di Kebun Raya Amsterdam, hasilnya adalah kopi dari Jawa memiliki kualitas yang sangat baik.

Pada perkembangannya, tanaman kopi dijadikan komoditas tanaman perkebunan yang dikembangkan di seluruh Indonesia, seperti di Sumatera, Sulawesi, Bali, Timor, dan pulau lainnya.

Namun pada tahun 1878 terjadi bencana perkebunan kopi, dimana tanaman kopi terutama di dataran rendah rusak akibat penyakit karat daun atau Hemileia vastatrix. Perkebunan kopi di Indonesia ketika itu hanya menanam jenis kopi arabika yang kemudian disimpulkan tidak memiliki ketahanan terhadap penyakit karat daun tersebut.

Selanjutnya, pemerintah kolonial mendatangkan spesies kopi liberika yang diharapkan tahan terhadap wabah karat daun.

tumbuhan kopiPixabay

Berbeda dengan sekarang, pada saat itu kopi liberika memiliki harga yang sama dengan arabika di perdagangan Eropa. Akan tetapi, ternyata liberika yang diharapkan tahan terhadap karat daun juga mengalami penyakit yang sama. Kemudian pada tahun 1907 Belanda membawa spesies lain, yaitu kopi robusta untuk di tanam di perkebunan kopi Indonesia yang hingga saat ini lebih tahan terhadap penyakit karat daun.

Setelah Indonesia merdeka, seluruh tanaman perkebunan kopi yang ada di nasionalisas dan sejak saat itu, Belanda tidak lagi menjadi pemasok kopi dunia.

Perdagangan Kopi

Secara global, terdapat 4 jenis kopi yang diperdagangkan di dunia internasional. Berdasarkan catatan ICO atau International Coffee Organization, jenis kopi tersebut adalah kopi arabika, kopi robusta, kopi liberika dan kopi excelsa.

Meski berjumlah 4 jenis, namun 4 jenis kopi tersebut ternyata dihasilkan dari 3 spesies kopi, yaitu:

  • Kopi arabika berasal dari spesies Coffea arabica
  • Kopi robusta berasal dari spesies Coffea canephora
  • Kopi liberika berasal dari spesies Coffea liberica var. Liberica
  • Kopi excelsa berasal dari Coffea liberica var. Dewevrei

a. Era Awal (abad ke-17)

Pada masa ini, kopi hanya dikenal di sekitar wilayah jazirah Arab dan masyarakat yang datang ke tempat tersebut. Kopi mulai diperdagangkan ke luar Arab melalui pelabuhan Mocha, di Yaman. Pada waktu itu, pedagang-pedagang Arab memonopoli komoditas kopi dalam jangka waktu yang lama.

Berlanjut pada abad ke-18, bangsa Eropa mulai membudidayakan kopi di luar Arab. Kemudian pada tahun 1920 Belanda berhasil menggeser Yaman sebagai pemasok utama kopi dunia.

Belanda menjadi pengekspor kopi dunia yang berasal dari perkebunan-perkebunan di wilayah jajahannya, seperti Jawa dan daerah lain di Indonesia. Indonesia menjadi produsen kopi terbesar dunia sekitar satu abad. Selanjutnya, Brazil berhasil menduduki peringkat pertama sebagai negara penghasil kopi terbesar dunia menggeser Indonesia hingga saat ini.

b. Era Modern (awal abad ke-20)

Pada masa ini, kopi telah tersebar dan ditanam di lebih dari 50 negara dunia. Negara penghasil kopi terbesar dunia saat ini adalah Brasil, Vietnam, Kolombia, Indonesia dan Etiopia.

Brazil merupakan penghasil kopi terbesar dunia, yaitu mendominasi sepertiga dari total produksi kopi dunia. Brazil menghasilkan 2,5 juta ton biji kopi pada tahun 2015, yang terdiri dari 80% jenis kopi arabika dan sisanya adalah kopi robusta. Dalam perdagangan kopi, robusta memiliki harga yang lebih tinggi dibanding kopi lainnya.

Pada tahun yang sama, Indonesia berada pada peringkat ke-empat negara penghasil kopi. Data GAEKI atau Gabungan Eksportir Kopi Indonesia, menyatakan sekitar 83% produksi kopi Indonesia merupakan jenis robusta dan arabika sebesar 17%. Selain kedua jenis kopi tersebut, perkebunan kopi di Indonesia juga membudidayakan kopi jenis liberika dan excelsa, meskipun harga kopi jenis tersebut tidak terlalu tinggi.

BacaSaja  Cara Sadap Whatsapp Sangat Efisien dan Gampang
Tag: Awal Budidaya KopiBudaya Meminum KopiEksportir Kopi IndonesiaKopi arabika berasal dari spesies Coffea arabicaKopi excelsa berasal dari Coffea liberica var. DewevreiKopi liberika berasal dari spesies Coffea liberica var. LibericaKopi robusta berasal dari spesies Coffea canephoraPenyebaran Tanaman KopiPerdagangan Kopiproduksi kopi duniaSejarah Kopi di Indonesia
Share256Tweet160Share64
admin

admin

  • Tren
  • Komentar
  • Terbaru

KRI Nanggala 402 Ditemukan, Kemungkinan Kru Ada Yang Selamat

April 24, 2021

Brigpol Fathoni dipecat, Ini Rentetan Kasusnya

April 13, 2021

Wanita Cantik Bersuami Diperkosa di Mobil Travel

April 13, 2021

DPR Setujui Polri Tetap Dibawah Presiden

0
Viral Video Penembakan Terhadap Gus Idris Adalah Hoaks

Viral Video Penembakan Terhadap Gus Idris Adalah Hoaks

0
Sukseskan Program Vaksinasi Nasional Anggota Polresta Tangerang Di Vaksin Serentak

Sukseskan Program Vaksinasi Nasional Anggota Polresta Tangerang Di Vaksin Serentak

0

DPR Setujui Polri Tetap Dibawah Presiden

Januari 28, 2026

Sidang Paripurna DPR: Polri di Bawah Presiden, Bukan Kementerian!

Januari 28, 2026

Baca Saja : Sidang Paripurna DPR: Polri di Bawah Presiden, Bukan Kementerian!

Januari 28, 2026
BacaSaja

Copyright © 2022 - Bacasaja.co.id

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2022 - Bacasaja.co.id

Selamat Datang Kembali!

Login ke akun anda di bawah ini

Lupa Password?

Buat Akun Baru!

Mengisi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Semua bidang yang diperlukan. Log In

Mengambil kata sandi anda

Silakan masukkan username atau alamat email untuk me-reset password anda.

Log In
news-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

118000261

118000262

118000263

118000264

118000265

118000266

118000267

118000268

118000269

118000270

118000271

118000272

118000273

118000274

118000275

118000276

118000277

118000278

118000279

118000280

128000226

128000227

128000228

128000229

128000230

128000231

128000232

128000233

128000234

128000235

128000236

128000237

128000238

128000239

128000240

128000241

128000242

128000243

128000244

128000245

128000246

128000247

128000248

128000249

128000250

128000251

128000252

128000253

128000254

128000255

138000221

138000222

138000223

138000224

138000225

138000226

138000227

138000228

138000229

138000230

138000231

138000232

138000233

138000234

138000235

138000236

138000237

138000238

138000239

138000240

138000241

138000242

138000243

138000244

138000245

138000246

138000247

138000248

138000249

138000250

148000256

148000257

148000258

148000259

148000260

148000261

148000262

148000263

148000264

148000265

148000266

148000267

148000268

148000269

148000270

148000271

148000272

148000273

148000274

148000275

148000276

148000277

148000278

148000279

148000280

148000281

148000282

148000283

148000284

148000285

158000141

158000142

158000143

158000144

158000145

158000146

158000147

158000148

158000149

158000150

158000151

158000152

158000153

158000154

158000155

158000156

158000157

158000158

158000159

158000160

158000161

158000162

158000163

158000164

158000165

158000166

158000167

158000168

158000169

158000170

168000236

168000237

168000238

168000239

168000240

168000241

168000242

168000243

168000244

168000245

168000246

168000247

168000248

168000249

168000250

168000251

168000252

168000253

168000254

168000255

178000326

178000327

178000328

178000329

178000330

178000331

178000332

178000333

178000334

178000335

188000316

188000317

188000318

188000319

188000320

188000321

188000322

188000323

188000324

188000325

188000326

188000327

188000328

188000329

188000330

188000331

188000332

188000333

188000334

188000335

188000336

188000337

188000338

188000339

188000340

188000341

188000342

188000343

188000344

188000345

198000225

198000226

198000227

198000228

198000229

198000230

198000231

198000232

198000233

198000234

198000235

198000236

198000237

198000238

198000239

198000240

198000241

198000242

198000243

198000244

218000131

218000132

218000133

218000134

218000135

218000136

218000137

218000138

218000139

218000140

218000141

218000142

218000143

218000144

218000145

218000146

218000147

218000148

218000149

218000150

218000151

218000152

218000153

218000154

218000155

218000156

218000157

218000158

218000159

218000160

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

238000221

238000222

238000223

238000224

238000225

238000226

238000227

238000228

238000229

238000230

238000231

238000232

238000233

238000234

238000235

238000236

238000237

238000238

238000239

238000240

238000241

238000242

238000243

238000244

238000245

238000246

238000247

238000248

238000249

238000250

208000041

208000042

208000043

208000044

208000045

208000046

208000047

208000048

208000049

208000050

208000050

208000050

208000050

208000050

208000050

208000050

208000050

208000050

208000050

208000050

208000050

208000050

208000050

208000050

208000050

news-1701
news-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

118000261

118000262

118000263

118000264

118000265

118000266

118000267

118000268

118000269

118000270

118000271

118000272

118000273

118000274

118000275

118000276

118000277

118000278

118000279

118000280

128000226

128000227

128000228

128000229

128000230

128000231

128000232

128000233

128000234

128000235

128000236

128000237

128000238

128000239

128000240

128000241

128000242

128000243

128000244

128000245

128000246

128000247

128000248

128000249

128000250

128000251

128000252

128000253

128000254

128000255

138000221

138000222

138000223

138000224

138000225

138000226

138000227

138000228

138000229

138000230

138000231

138000232

138000233

138000234

138000235

138000236

138000237

138000238

138000239

138000240

138000241

138000242

138000243

138000244

138000245

138000246

138000247

138000248

138000249

138000250

148000256

148000257

148000258

148000259

148000260

148000261

148000262

148000263

148000264

148000265

148000266

148000267

148000268

148000269

148000270

148000271

148000272

148000273

148000274

148000275

148000276

148000277

148000278

148000279

148000280

148000281

148000282

148000283

148000284

148000285

158000141

158000142

158000143

158000144

158000145

158000146

158000147

158000148

158000149

158000150

158000151

158000152

158000153

158000154

158000155

158000156

158000157

158000158

158000159

158000160

158000161

158000162

158000163

158000164

158000165

158000166

158000167

158000168

158000169

158000170

168000236

168000237

168000238

168000239

168000240

168000241

168000242

168000243

168000244

168000245

168000246

168000247

168000248

168000249

168000250

168000251

168000252

168000253

168000254

168000255

178000326

178000327

178000328

178000329

178000330

178000331

178000332

178000333

178000334

178000335

188000316

188000317

188000318

188000319

188000320

188000321

188000322

188000323

188000324

188000325

188000326

188000327

188000328

188000329

188000330

188000331

188000332

188000333

188000334

188000335

188000336

188000337

188000338

188000339

188000340

188000341

188000342

188000343

188000344

188000345

198000225

198000226

198000227

198000228

198000229

198000230

198000231

198000232

198000233

198000234

198000235

198000236

198000237

198000238

198000239

198000240

198000241

198000242

198000243

198000244

218000131

218000132

218000133

218000134

218000135

218000136

218000137

218000138

218000139

218000140

218000141

218000142

218000143

218000144

218000145

218000146

218000147

218000148

218000149

218000150

218000151

218000152

218000153

218000154

218000155

218000156

218000157

218000158

218000159

218000160

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

238000221

238000222

238000223

238000224

238000225

238000226

238000227

238000228

238000229

238000230

238000231

238000232

238000233

238000234

238000235

238000236

238000237

238000238

238000239

238000240

238000241

238000242

238000243

238000244

238000245

238000246

238000247

238000248

238000249

238000250

208000041

208000042

208000043

208000044

208000045

208000046

208000047

208000048

208000049

208000050

208000050

208000050

208000050

208000050

208000050

208000050

208000050

208000050

208000050

208000050

208000050

208000050

208000050

208000050

208000050

news-1701