• Terbaru
  • Tren
  • Semua
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Kopi Dan Sejarah Asal Mula Kopi Di Minum Manusia

Kopi Dan Sejarah Asal Mula Kopi Di Minum Manusia

Maret 4, 2021

Dirpolairud Polda Sulut Imbau Waspada Cuaca Panas

Agustus 6, 2026

Dirpolairud Polda Sulut Imbau Waspada Cuaca Panas

Agustus 6, 2026

Dirpolairud Polda Sulut Imbau Waspada Cuaca Panas

Agustus 6, 2026

Desas Desus Rusuh Agustus  Ini Penjelasan Polda Metro Jaya

Agustus 6, 2026

Desas Desus Rusuh Agustus  Ini Penjelasan Polda Metro Jaya

Agustus 6, 2026

Desas Desus Rusuh Agustus  Ini Penjelasan Polda Metro Jaya

Agustus 6, 2026

Desas Desus Rusuh Agustus  Ini Penjelasan Kepolisian

Agustus 6, 2026

Desas Desus Rusuh Agustus  Ini Penjelasan Kepolisian

Agustus 6, 2026

Desas Desus Rusuh Agustus  Ini Penjelasan Kepolisian

Agustus 6, 2026

Jakarta Tak Aman karena Banyak Mal Dipagari? Ini Penjelasan Kepolisian

Agustus 6, 2026

Jakarta Tak Aman karena Banyak Mal Dipagari? Ini Penjelasan Kepolisian

Agustus 6, 2026

Ketua MPR Bantah Isu Agustus 2026 Memanas, Pihak Polri Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif

Agustus 6, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Kamis, Agustus 6, 2026
  • Login
BacaSaja
  • Beranda
  • Berita Polisi
  • Hukum Dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Trending Topik
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
BacaSaja
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Home Uncategorized

Kopi Dan Sejarah Asal Mula Kopi Di Minum Manusia

Berbagai catatan masa lampau menyatakan sejarah kopi bermula pada abad ke-9 di dataran Afrika

oleh admin
Maret 4, 2021
di Uncategorized
0
Kopi Dan Sejarah Asal Mula Kopi Di Minum Manusia
642
SHARES
1.8k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kopi bukanlah sebuah kalimat yang asing bagi semua manusia, pria dan wanita pasti mengetahui nama sebuah Kopi walaupun tidak semua suka minum Kopi

Berbagai catatan masa lampau menyatakan sejarah kopi bermula pada abad ke-9 di dataran Afrika, tepatnya dari negara Ethiopia dan Eritrea. Secara lebih spesifik, nama daerah asal tanaman kopi pada masa kuno tersebut adalah Abyssinia.

Akan tetapi, tidak diketahui secara pasti bagaimana masyarakat Abyssinia memanfaatkan tanaman kopi. Karena pada masa itu tanaman kopi kemungkinan hanya menjadi komoditas komersial yang dibawa pedagang dari Abyssinia ke Yaman oleh orang Arab. Sedangkan, pemanfaatan kopi sebagai minuman pertama kali dipopulerkan oleh orang-orang Arab.

Sejarah mencatat, bahwa perdagangan biji kopi dikendalikan oleh pedagang Arab. Monopoli tersebut dilakukan dengan perdagangan melalui pelabuhan Mocha di Yaman kemudian diperdagangkan hingga ke Eropa. Pada saat itu Mocha adalah satu-satuya pintu perdagangan kopi, bahkan hingga saat ini kita mengenal istilah kopi mocha.

Pada abad ke 17 orang-orang Eropa mulai mengembangkan perkebunan kopi. Akan tetapi karena iklim yang tidak cocok untuk tanaman kopi, maka orang-orang Eropa mencoba untuk membudidayakan tanaman kopi di daerah jajahan mereka. Hingga pada akhirnya, hasil tanaman kopi oleh bangsa Eropa di berbagai daerah jajahan mampu menggeser dominasi kopi dari bangsa Arab.

Tanaman kopi juga ditaman oleh bangsa Belanda ketika itu, terutama di Pulau Jawa yang dijadikan pusat tanaman kopi oleh mereka. Bahkan “Cup of Java” atau kopi yang berasal dari Jawa sempat populer masa itu.

Daftar Isi

Istilah Kopi

William H. Ukers dalam buku yang ditulisnya mengatakan bahwa kata “kopi” masuk dalam bahasa-bahasa Eropa pada tahun 1600-an. Dalam buku “All About Coffee” (1922) tersebut dikatakan kata “kopi” atau “coffee” diambil dari bahasa Arab “qahwa” yang diserap ke bahasa Turki “kahveh”.

Dalam bahasa Arab, kata “qahwa” bukan berarti tanaman kopi, namun justru merujuk pada nama minuman. Dapat dikatakan “qahwa” merupakan sebutan untuk minuman yang dibuat dari biji dan diseduh denga air panas.

biji kopi hitamPixabay

Pendapat lain dalam Symposium on The Etymology of The Word Coffee pada tahun 1909, menyepakati bahwa kata “coffee” tertuju pada istilah “qahwa” dalam bahasa Arab yang berati “kuat”. Namun terdapat juga pendapat lain, bahwa “qahwa” memiliki arti jenis minuman dari anggur atau wine.

Selain itu, ada pendapat lain yang mengatakan penggunaan istilah kopi tidak berasal dari bahasa Arab dan melainkan diambil dari bahasa Abyssinia yang merupakan daerah asalnya. Menurut teori ini, kopi diadaptasi dari kata “kaffa” yang merupakan sebuah kota di daerah Shoa, terletak di Selatan Barat Daya Abissynia.

Akan tetapi pendapat tersebut terbantahkan karena tidak didukung oleh bukti kuat. Karena ada bukti menunjukkan bahwa buah kopi atau biji kopi disebut dengan nama “bun” atau “bunn” dan tidak merujuk pada minuman.

Bersumber dari kata “qahwa” dalam bahasa Arab, kemudian diserap ke bahasa Turki “kahve”, bahasa Belanda “koffie”, bahasa Perancis “cafe”, bahasa Italia “caffe”, bahasa Inggris “coffee”, bahasa Jepang “kehi”. bahasa Cina “kia fey” dan bahasa Melayu “kawa”. Keseluruhan nama tersebut memiliki kesamaan bunyi dengan kata “qahwa”.

Sedangan kata “kopi” yang kita kenal saat ini untuk menyebut minuman dari biji kopi merupakan serapan kata dari bahasa Belanda “koffie”. Teori ini dirasa akurat sebab pemerintahan Belanda membuka perkebunan kopi pertama di Indoneia. Namun tidak menutup kemungkinan juga diserap langsung dari bahasa Arab dan Turki karena Indonesia telah memiliki hubungan dengan mereka sebelum bangsa Eropa datang.

baca juga:  Pepaya Calina – Taksonomi, Sebaran, Nutrisi & Cara Budidaya

Legenda Kopi

Terdapat cerita masyarakat yang sangat terkenal tentang awal manusia mengolah kopi, yaitu legenda “Si Kaldi dan kambingnya” dan cerita “Ali bin Omar al Shadhili”

a. Si Kaldi dan Kambingnya

Cerita ini merupakan legenda dari Ethiopia, yaitu tentang Kaldi seorang pemilik kambing. Diceritakan pada suatu hari Kaldi melihat kambingnya dalam keadaan hiperaktif, berlarian dan melompat kesana kemari. Kaldi merasa heran dengan keadaan kambing yang dia miliki tidak seperti biasanya.

Kemudian Kaldi mencari tahu apa yang telah di makan oleh kambingnya. Setelah diselidiki, ternyata kambingnya telah memakan buah berwarna merah dari pohon yang belum ia kenali. Karena penasaran, Kaldi kemudian mencoba buah tersebut dan kemudian ia bertingkah layaknya kambingnya tadi.

Setelah kejadian itu, Kaldi kemudian menanyakan kepada seorang biarawan. Biarawan itu pun tertarik dan ingin mencoba buah merah tersebut. Setelah dicoba, biarawan itu merasa ada tenaga tambahan dan tidak mengantuk ketika melakukan do’a malam sehingga menginginkannya untuk dikonsumsi.

Namun karena rasanya yang sedikit pahit, biarawan ini kemudian mengolahnya dengan memangga dan menyeduh biji buah merah tersebut. Sejak itu lah kopi dikenal sebagai minuman yang memberikan efek mengusir kantuk dan memberikan tenaga ekstra.

b. Ali bin Omar al Shadhili

Menurut legenda ini, hiduplah seseorang yang bernama Ali bin Omar al Shadhili. Ia merupakan tabib yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit sekaligus ahli sufi yang taat beribadah.

Akan tetati tabib tersebut tidak disukai oleh penguasa lokal saat itu, sehingga dituduh dengan fitnah bahwa ketika mengobati pasiennya, Alib bin Omar al Shadhili bersekutu dengan setan. Karena isu tersebut, ia diusir dai kota Mocha.

Ketika perjalanan setelah pengusiran tersebut, Ali bin Omar al Shadhili merasakan lapar dan menemukan sebuah gua. Ia mendapati ada buah berwarna merah kemudian memakannya. Namun karena terasa pahit, ia pun mengolah buah merah itu dengan cara memanggang dan merebusnya.

Akan tetapi, biji kopi tersebut belum juga dapat dimakan. Kemudian ia menyeduhnya dan meminum airnya, dan ternyata air tersebut memberikan tenaga tambahan. Ali bin Omar al Shadhili kemudian terkenal karena air seduhan tersebut, hingga pada suatu waktu penguasa mendengan kabar tentang minuman ini. Sehingga Ali bin Omah al Shadhili kembali dipanggil ke kota untuk tinggal dan menamakan minuman hitam tersebut dengan nama Mocha.

Awal Budidaya Kopi

Tanaman kopi yang pertama kali dibudidayakan adalah kopi jenis arabika (Coffea arabica). Sebab, sejarah mencatat bahwa kopi bermula dibawa dari Abyssinia menuju ke Yaman dan kemudian dibudidayakan di dataran tinggi wilayah tersebut.

panen kopiPixabay

Pekiraan waktu budidaya kopi dilakukan pada tahun 575 masehi. Meski berkembang lambat, budidaya kopi tetap dijalankan dan menjadi komoditas eksklusif daerah tersebut, serta diperdagangkan melalui pelabuhan Mocha di Yaman.

Untuk melindungi eksklusifitas tanaman kopi, para pedagang arab sengaja merebus biji kopi sebelum diperdagangkan dengan tujuan agar biji tidak dapat tumbuh ketika ditanam.

Penyebaran Tanaman Kopi

Dari peta jalur penyebaran kopi dibawah ini, dapat dilihat bahwa asal mula tanaman kopi adalah dari negara Ethiopia, kemudian menyebar ke negara lain di Afrika, Yaman hingga ke benua-benua lainnya.

a. Penyebaran ke Asia Selatan

Meskipun upaya untuk mempertahankan kopi agar hanya dapat diperdagangkan oleh pedagang Arab dilakukan, ternyata upaya tersebut tidak berhasil. Pada tahun 1616 orang Belanda berhasil membawa tanaman kopi melalui pelabuhan Mocha ke Holand, Belanda. Selanjutnya, orang-orang Belanda mencoba untuk menanam tanaman kopi di Srilanka.

Selain itu, tanaman kopi juga pernah dicoba ditanam di Dijon, Perancis. Akan tetapi, tanaman kopi tidak dapat tumbuh dan upaya ini gagal.

Selain penyebaran kopi melalui pelabuhan Mocha yang saat itu dianggap satu-satunya jalur perdagangan kopi, ternyata kopi dapat menyebar melalui jalur-jalur lain. Salah satunya adalah melalui para peziarah yang datang ke Mekah dan Madinah untuk berhaji.

baca juga:  Ternak Lovebird Koloni – Peluang Usaha, Keunggulan & Panduan Cara Ternak Sukses

Salah satu orang yang berhasil membawa biji kopi adalah peziarah dari India, yaitu Baba Budan. Ia berhasil membawa biji kopi yang dapat ditanaman dan dibudidayakan di Chikmagalur, India bagian selatan.

buah kopiPixabay

b. Penyebaran ke Asia Tenggara

Pada masa penjajahan di Indonesia, pemerintah VOC Belanda mendatangkan tanaman kopi dari Malabar, India. Asal usul jenis kopi yang dibawah ke pulau Jawa tersebut berasar dari Yaman yang telah dibudidayakan di Malabar. Tanaman kopi yang dibawa tersebut ditanam di Kadawung, namun budidaya ini gagal akibat banjir.

Sekitar 3 tahun berikutnya, Belanda kembali mendatangkan tanaman kopi berupa stek yang juga berasal dari Malabar. Upaya budidaya tanaman kopi ini dapat dikatakan berhasil dan mencapai puncaknya ketika berhasil menggeser dominasi kopi dari Yaman. Bahkan, ketika itu Belanda menjadi eksportir kopi terbesar di dunia.

c. Penyebaran ke Amerika dan sekitarnya

Tanaman kopi sampai ke benua Amerika dan kepulauan sekitarnya melalui dua jalur masuk. Pertama, ketika pada tahun 1706 Belanda membawa tanaman kopi dari Jawa ke kebun raya Amsterdam, kemudian tanaman kopi tersebut dibawa ke Suriname sebagai hadiah kepada Raja Louis XIV di Paris.

Kemudian pada tahun 1720 tanaman kopi dari Paris tersebut dibawa dan kemudian di taman di daerah Karibia yang merupakan kawasan koloni Perancis. Menurut cerita, tanaman kopi yang dibawa dalam kondisi hidup dan melintasi lautan tetap dapat hidup berkat penyiraman yang dilakukan oleh anak buah kapal. Kopi yang berasal dari Amsterdam ini dikenal dengan nama kultivar Typica.

Jalur yang kedua tanaman kopi dapat masuk ke Amerika adalah melalui Pulai Bourbon, saat ini dikenal La Reunion. Biji kopi berasal dari utusan Sultan Yaman kepada Raja Louis XIV pada tahun 1715. Jumlah biji kopi yang diterima adalah 60 butir benih kopi yang selanjutnya ditaman di daerah jajahan Perancis di benua Amerika. Kopi jenis ini kemudian dikenal dengan kultivar Bourbon.

Kultivar Typica dan Bourbon merupakan tanaman kopi jenis arabika yang saat ini dipercaya sebagai asal tanaman kopi diberbagai perkebunan.

Budaya Meminum Kopi

Ada sebuah catatan dari ilmuwan musim Al Razi (850-920) yang dianggap paling tua mengenai kopi. Al Razi yang juga seorang ahli kedokteran dalam catatannya menulis tentang suatu minuman yang bernama bunshum dan memiliki ciri-ciri mirip dengan kopi.

budaya minum kopiIMGIX

Selain itu, catatan lain juga diperoleh dari Ibnu Sina (980-1037) yang juga seorang ahli kedokteran. Dalam catatannya, Ibnu Sina menggambarkan adanya biji yang bisa diseduh dan berkhasiat menyembuhkan salah satu penyakit perut. Informasi dari catatan tersebut merujuk pada ciri-ciri kopi yang kita kenal saat ini. Minuman yang diberi nama bunshum dan bijinya bernama bun.

Dalam perdagangan Islam, kopi merupakan salah astu komoditas ekonomi yang sangat penting. Meski sempat dinyatakan sebagai minuman terlarang, minuman kopi sangat digemari dan terkenal diantara para peziarah kota Mekah. Bukan tanpa sebab, karena minuman kopi dapat membuat terjaga ketika beribadah di malam hari.

Pada periode kekhalifahan Turki Ustmani, minuman kopi semakin menjadi primadona. Kopi menjadi sajian minuman utama pada setiap perayaan di Istanbul.

Kopi menyebar ke Eropa ketika pada tahun 1600-an para pedagang dari Venesia membeli kopi dari pelabuhan Mocha d Yaman. Kemudian menyebar ke daerah-daerah koloni bangsa Eropa lain, seperti New York yang menjadi koloni Belanda pada tahun 1668.

Sejarah Kopi di Indonesia

Asal mula masyarakat Indonesia mengenal kopi tidak dapat dilepaskan dari masa kolonial Belanda. Pada tahun 1969, Belanda membawa kopi dari Malabar, India dan dibawa ke Jawa. Saat itu, kopi pertama kali dibudidayakan di kawasan perkebunan dekat Batavia, yaitu Kedawung. Upaya ini gagal karena tanaman kopi mati akibat banjir.

Selanjutnya, pemerintah Belanda pada tahun 1699 kembali mendatangkan bibit kopi dari hasil stek kopi dari Malabar. Upaya ini berhasil, pada tahun 1706 sampel kopi dari Jawa dikirim ke Belanda untuk diteliti di Kebun Raya Amsterdam, hasilnya adalah kopi dari Jawa memiliki kualitas yang sangat baik.

Pada perkembangannya, tanaman kopi dijadikan komoditas tanaman perkebunan yang dikembangkan di seluruh Indonesia, seperti di Sumatera, Sulawesi, Bali, Timor, dan pulau lainnya.

Namun pada tahun 1878 terjadi bencana perkebunan kopi, dimana tanaman kopi terutama di dataran rendah rusak akibat penyakit karat daun atau Hemileia vastatrix. Perkebunan kopi di Indonesia ketika itu hanya menanam jenis kopi arabika yang kemudian disimpulkan tidak memiliki ketahanan terhadap penyakit karat daun tersebut.

Selanjutnya, pemerintah kolonial mendatangkan spesies kopi liberika yang diharapkan tahan terhadap wabah karat daun.

tumbuhan kopiPixabay

Berbeda dengan sekarang, pada saat itu kopi liberika memiliki harga yang sama dengan arabika di perdagangan Eropa. Akan tetapi, ternyata liberika yang diharapkan tahan terhadap karat daun juga mengalami penyakit yang sama. Kemudian pada tahun 1907 Belanda membawa spesies lain, yaitu kopi robusta untuk di tanam di perkebunan kopi Indonesia yang hingga saat ini lebih tahan terhadap penyakit karat daun.

Setelah Indonesia merdeka, seluruh tanaman perkebunan kopi yang ada di nasionalisas dan sejak saat itu, Belanda tidak lagi menjadi pemasok kopi dunia.

Perdagangan Kopi

Secara global, terdapat 4 jenis kopi yang diperdagangkan di dunia internasional. Berdasarkan catatan ICO atau International Coffee Organization, jenis kopi tersebut adalah kopi arabika, kopi robusta, kopi liberika dan kopi excelsa.

Meski berjumlah 4 jenis, namun 4 jenis kopi tersebut ternyata dihasilkan dari 3 spesies kopi, yaitu:

  • Kopi arabika berasal dari spesies Coffea arabica
  • Kopi robusta berasal dari spesies Coffea canephora
  • Kopi liberika berasal dari spesies Coffea liberica var. Liberica
  • Kopi excelsa berasal dari Coffea liberica var. Dewevrei

a. Era Awal (abad ke-17)

Pada masa ini, kopi hanya dikenal di sekitar wilayah jazirah Arab dan masyarakat yang datang ke tempat tersebut. Kopi mulai diperdagangkan ke luar Arab melalui pelabuhan Mocha, di Yaman. Pada waktu itu, pedagang-pedagang Arab memonopoli komoditas kopi dalam jangka waktu yang lama.

Berlanjut pada abad ke-18, bangsa Eropa mulai membudidayakan kopi di luar Arab. Kemudian pada tahun 1920 Belanda berhasil menggeser Yaman sebagai pemasok utama kopi dunia.

Belanda menjadi pengekspor kopi dunia yang berasal dari perkebunan-perkebunan di wilayah jajahannya, seperti Jawa dan daerah lain di Indonesia. Indonesia menjadi produsen kopi terbesar dunia sekitar satu abad. Selanjutnya, Brazil berhasil menduduki peringkat pertama sebagai negara penghasil kopi terbesar dunia menggeser Indonesia hingga saat ini.

b. Era Modern (awal abad ke-20)

Pada masa ini, kopi telah tersebar dan ditanam di lebih dari 50 negara dunia. Negara penghasil kopi terbesar dunia saat ini adalah Brasil, Vietnam, Kolombia, Indonesia dan Etiopia.

Brazil merupakan penghasil kopi terbesar dunia, yaitu mendominasi sepertiga dari total produksi kopi dunia. Brazil menghasilkan 2,5 juta ton biji kopi pada tahun 2015, yang terdiri dari 80% jenis kopi arabika dan sisanya adalah kopi robusta. Dalam perdagangan kopi, robusta memiliki harga yang lebih tinggi dibanding kopi lainnya.

Pada tahun yang sama, Indonesia berada pada peringkat ke-empat negara penghasil kopi. Data GAEKI atau Gabungan Eksportir Kopi Indonesia, menyatakan sekitar 83% produksi kopi Indonesia merupakan jenis robusta dan arabika sebesar 17%. Selain kedua jenis kopi tersebut, perkebunan kopi di Indonesia juga membudidayakan kopi jenis liberika dan excelsa, meskipun harga kopi jenis tersebut tidak terlalu tinggi.

BacaSaja  Awarding Kampung Pendidikan Kampunge Arek Suroboyo
Tag: Awal Budidaya KopiBudaya Meminum KopiEksportir Kopi IndonesiaKopi arabika berasal dari spesies Coffea arabicaKopi excelsa berasal dari Coffea liberica var. DewevreiKopi liberika berasal dari spesies Coffea liberica var. LibericaKopi robusta berasal dari spesies Coffea canephoraPenyebaran Tanaman KopiPerdagangan Kopiproduksi kopi duniaSejarah Kopi di Indonesia
Share257Tweet161Share64
admin

admin

  • Tren
  • Komentar
  • Terbaru

KRI Nanggala 402 Ditemukan, Kemungkinan Kru Ada Yang Selamat

April 24, 2021

Brigpol Fathoni dipecat, Ini Rentetan Kasusnya

April 13, 2021

Wanita Cantik Bersuami Diperkosa di Mobil Travel

April 13, 2021

Dirpolairud Polda Sulut Imbau Waspada Cuaca Panas

0
Viral Video Penembakan Terhadap Gus Idris Adalah Hoaks

Viral Video Penembakan Terhadap Gus Idris Adalah Hoaks

0
Sukseskan Program Vaksinasi Nasional Anggota Polresta Tangerang Di Vaksin Serentak

Sukseskan Program Vaksinasi Nasional Anggota Polresta Tangerang Di Vaksin Serentak

0

Dirpolairud Polda Sulut Imbau Waspada Cuaca Panas

Agustus 6, 2026

Dirpolairud Polda Sulut Imbau Waspada Cuaca Panas

Agustus 6, 2026

Dirpolairud Polda Sulut Imbau Waspada Cuaca Panas

Agustus 6, 2026
BacaSaja

Copyright © 2022 - Bacasaja.co.id

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2022 - Bacasaja.co.id

Selamat Datang Kembali!

Login ke akun anda di bawah ini

Lupa Password?

Buat Akun Baru!

Mengisi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Semua bidang yang diperlukan. Log In

Mengambil kata sandi anda

Silakan masukkan username atau alamat email untuk me-reset password anda.

Log In
news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 9998000501

article 9998000502

article 9998000503

article 9998000504

article 9998000505

article 9998000506

article 9998000507

article 9998000508

article 9998000509

article 9998000510

article 9998000511

article 9998000512

article 9998000513

article 9998000514

article 9998000515

article 9998000516

article 9998000517

article 9998000518

article 9998000519

article 9998000520

article 9998000521

article 9998000522

article 9998000523

article 9998000524

article 9998000525

article 9998000526

article 9998000527

article 9998000528

article 9998000529

article 9998000530

article 9998000531

article 9998000532

article 9998000533

article 9998000534

article 9998000535

article 9998000536

article 9998000537

article 9998000538

article 9998000539

article 9998000540

article 9998000541

article 9998000542

article 9998000543

article 9998000544

article 9998000545

article 9998000546

article 9998000547

article 9998000548

article 9998000549

article 9998000550

article 9998000551

article 9998000552

article 9998000553

article 9998000554

article 9998000555

article 9998000556

article 9998000557

article 9998000558

article 9998000559

article 9998000560

article 838000468

article 838000469

article 838000470

article 838000471

article 838000472

article 838000473

article 838000474

article 838000475

article 838000476

article 838000477

article 838000478

article 838000479

article 838000480

article 838000481

article 838000482

article 838000483

article 838000484

article 838000485

article 838000486

article 838000487

article 838000488

article 838000489

article 838000490

article 838000491

article 838000492

article 838000493

article 838000494

article 838000495

article 838000496

article 838000497

article 838000498

article 838000499

article 838000500

article 838000501

article 838000502

article 838000503

article 838000504

article 838000505

article 838000506

article 838000507

article 838000508

article 838000509

article 838000510

article 838000511

article 838000512

article 838000513

article 838000514

article 838000515

article 838000516

article 838000517

article 838000518

article 838000519

article 838000520

article 838000521

article 838000522

article 838000523

article 838000524

article 838000525

article 838000526

article 838000527

article 5500246

article 5500247

article 5500248

article 5500249

article 5500250

article 5500251

article 5500252

article 5500253

article 5500254

article 5500255

article 5500256

article 5500257

article 5500258

article 5500259

article 5500260

article 5500261

article 5500262

article 5500263

article 5500264

article 5500265

article 5500266

article 5500267

article 5500268

article 5500269

article 5500270

article 5500271

article 5500272

article 5500273

article 5500274

article 5500275

article 5500276

article 5500277

article 5500278

article 5500279

article 5500280

article 5500281

article 5500282

article 5500283

article 5500284

article 5500285

article 5500286

article 5500287

article 5500288

article 5500289

article 5500290

article 5500291

article 5500292

article 5500293

article 5500294

article 5500295

article 5500296

article 5500297

article 5500298

article 5500299

article 5500300

article 5500301

article 5500302

article 5500303

article 5500304

article 5500305

article 2000276

article 2000277

article 2000278

article 2000279

article 2000280

article 2000281

article 2000282

article 2000283

article 2000284

article 2000285

article 2000286

article 2000287

article 2000288

article 2000289

article 2000290

article 2000291

article 2000292

article 2000293

article 2000294

article 2000295

article 2000296

article 2000297

article 2000298

article 2000299

article 2000300

article 2000301

article 2000302

article 2000303

article 2000304

article 2000305

article 2000306

article 2000307

article 2000308

article 2000309

article 2000310

article 2000311

article 2000312

article 2000313

article 2000314

article 2000315

article 2000316

article 2000317

article 2000318

article 2000319

article 2000320

article 2000321

article 2000322

article 2000323

article 2000324

article 2000325

article 2990396

article 2990397

article 2990398

article 2990399

article 2990400

article 2990401

article 2990402

article 2990403

article 2990404

article 2990405

article 2990406

article 2990407

article 2990408

article 2990409

article 2990410

article 2990411

article 2990412

article 2990413

article 2990414

article 2990415

article 2990416

article 2990417

article 2990418

article 2990419

article 2990420

article 2990421

article 2990422

article 2990423

article 2990424

article 2990425

article 2990426

article 2990427

article 2990428

article 2990429

article 2990430

article 2990431

article 2990432

article 2990433

article 2990434

article 2990435

article 2990436

article 2990437

article 2990438

article 2990439

article 2990440

article 2990441

article 2990442

article 2990443

article 2990444

article 2990445

article 2990446

article 2990447

article 2990448

article 2990449

article 2990450

article 2990451

article 2990452

article 2990453

article 2990454

article 2990455

article 2990456

article 2990457

article 2990458

article 2990459

article 2990460

article 2990461

article 2990462

article 2990463

article 2990464

article 2990465

article 2990466

article 2990467

article 2990468

article 2990469

article 2990470

article 2990471

article 2990472

article 2990473

article 2990474

article 2990475

article 2990476

article 2990477

article 2990478

article 2990479

article 2990480

article 2990481

article 2990482

article 2990483

article 2990484

article 2990485

article 2990486

article 2990487

article 2990488

article 2990489

article 2990490

article 2990491

article 2990492

article 2990493

article 2990494

article 2990495

article 2990496

article 2990497

article 2990498

article 2990499

article 2990500

article 2990501

article 2990502

article 2990503

article 2990504

article 2990505

article 2990506

article 2990507

article 2990508

article 2990509

article 2990510

article 2990511

article 2990512

article 2990513

article 2990514

article 2990515

article 10000286

article 10000287

article 10000288

article 10000289

article 10000290

article 10000291

article 10000292

article 10000293

article 10000294

article 10000295

article 10000296

article 10000297

article 10000298

article 10000299

article 10000300

article 10000301

article 10000302

article 10000303

article 10000304

article 10000305

article 10000306

article 10000307

article 10000308

article 10000309

article 10000310

article 10000311

article 10000312

article 10000313

article 10000314

article 10000315

article 10000316

article 10000317

article 10000318

article 10000319

article 10000320

article 10000321

article 10000322

article 10000323

article 10000324

article 10000325

article 10000326

article 10000327

article 10000328

article 10000329

article 10000330

article 10000331

article 10000332

article 10000333

article 10000334

article 10000335

article 10000336

article 10000337

article 10000338

article 10000339

article 10000340

article 10000341

article 10000342

article 10000343

article 10000344

article 10000345

news-1701