Sampah Sungai Ancaman Laut, Dirpolairud Polda Sulut Pantau River Barrier
SULAWESI UTARA – Upaya menjaga kelestarian lingkungan perairan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari aparat kepolisian hingga organisasi lingkungan dan masyarakat. Semangat tersebut diwujudkan melalui kunjungan Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sulawesi Utara ke organisasi No-Trash Triangle Initiative (NTTI), Rabu (28/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Dirpolairud Polda Sulut bertemu dengan Ishella Siage-Bullet, Project Manager River Barrier NTTI, untuk melihat secara langsung aktivitas organisasi tersebut dalam mengendalikan sampah yang terbawa aliran sungai menuju laut.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan organisasi lingkungan dalam menjaga kebersihan sungai, kawasan pesisir, serta ekosistem laut di Sulawesi Utara.
Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan program River Barrier di jembatan yang melintasi aliran Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Dirpolairud Polda Sulut memantau langsung aktivitas staf NTTI yang menjalankan program tersebut sebagai langkah pengendalian sampah sungai sebelum terbawa hingga ke laut.
Program River Barrier merupakan salah satu upaya untuk menahan dan mengendalikan sampah yang mengalir di sungai. Melalui pendekatan ini, sampah dapat dikumpulkan sebelum menyebar lebih jauh dan berpotensi mencemari lingkungan perairan.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat sungai memiliki keterkaitan erat dengan kondisi lingkungan pesisir dan laut. Sampah yang tidak tertangani di wilayah hulu maupun sepanjang aliran sungai dapat terbawa arus hingga ke muara dan akhirnya mencemari ekosistem laut.
Karena itu, pengendalian sampah dari aliran sungai menjadi salah satu langkah strategis dalam mengurangi potensi pencemaran perairan. Selain membutuhkan sarana pendukung, upaya ini juga memerlukan konsistensi pelaksanaan serta keterlibatan berbagai pihak agar pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan.
Melalui pemantauan tersebut, Dirpolairud Polda Sulut dapat melihat secara langsung aktivitas lapangan yang dilakukan NTTI dalam menjalankan program River Barrier. Pertemuan dengan Ishella Siage-Bullet juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi dan mendorong kerja sama dalam mendukung pelestarian lingkungan perairan.
Sinergi antara kepolisian dan organisasi lingkungan memiliki peran penting dalam membangun kepedulian terhadap kebersihan sungai dan laut. Upaya menjaga lingkungan tidak hanya berkaitan dengan penanganan sampah yang sudah mencemari perairan, tetapi juga mencakup langkah pencegahan agar sampah tidak terus mengalir menuju kawasan pesisir.
Dalam konteks tersebut, kolaborasi menjadi salah satu kunci untuk memperluas dampak kegiatan pelestarian lingkungan. Kepolisian, organisasi lingkungan, pemerintah, dan masyarakat dapat saling mendukung melalui edukasi, pengawasan, serta kebiasaan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Kunjungan ini sekaligus menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kondisi lingkungan perairan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Sungai yang bersih berkontribusi terhadap kesehatan ekosistem, sementara laut yang terjaga menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir.
Keberhasilan menjaga kebersihan perairan tidak dapat hanya bergantung pada satu pihak. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan perlu berjalan beriringan dengan program pengendalian sampah dan kerja sama antarlembaga.
Melalui kegiatan tersebut, Dirpolairud Polda Sulut bersama NTTI diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung upaya menjaga kebersihan sungai, pesisir, dan laut di Sulawesi Utara.
Semangat ini sejalan dengan prinsip Polisi Bersama Masyarakat, bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian dan tindakan nyata.
Dengan memperkuat sinergi serta mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik, upaya melindungi sungai dan laut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan perairan untuk generasi mendatang.

