Warta Kota/Miftahul Munir
PERSIAPAN NATARU – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edy Suheri meninjau terminal Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Selasa (23/12/2025). Hal ini dilakukan demi berikan rasa aman kepada masyarakat dan jelang adanya kunjung Kapolri Jenderal Listyo Sigit. (WARTA KOTA/MIFTAHUL MUNIR)
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edy Suheri meninjau terminal Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Selasa (23/12/2025).
Pengecekan terminal ini sebagai upaya kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang ingin pulang ke kampung halamannya.
Irjen Pol Asep sempat mendapat penjelasan dari petugas Terminal Pulogebang terkait jumlah penumpang saat musim libur Nataru 2025.
Ia juga meninjau posko keamanan dan kesehatan yang ada di terminal tersebut guna memastikan anggotanya sudah siap berikan rasa aman.
Kepala Unit Pengelola Terminal Pulogebang, Christiyanto menjelaskan, Irjen Pol Asep sempat meminta kepada pihaknya untuk mendirikan posko keamanan lebih besar di area keberangkatan bus.
Hal itu, supaya meminimalisir aksi kejahatan yang bisa menganggu perjalanan para penumpang di Terminal Pulogebang.
“Rencananya pak Kapolri juga akan meninjau Terminal Pulogebang,” ujar Christ, Selasa.
Menurutnya, Terminal Pulogebang selama libur Nataru 2025, berangkatkan bus sebanyak 350 unit ke berbagai daerah di Indonesia.
Seluruh kendaraan di Terminal Pulogebang, kata Christ, sudah dilakukan pemeriksaan kelayakan jalan demi keselamatan para penumpang.
“Biasanya yang belum layak itu karena alat penunjang saja, seperti pemecah kaca dan sebagainya,” tegasnya.
Christ memprediksi, hari ini di Terminal Pulogebang bakal mengalami lonjakan penumpang ke berbagai daerah.
Apalagi, lanjut pria berseragam Dishub itu, hari ini ada program Mudik Gratis dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
BacaSaja Polres Kediri Kota Terjunkan 618 Polisi RW, Menjadi Problem Solving Masyarakat di Tingkat RW KEDIRI KOTA - Polres Kediri Kota melaunching Pembentukan Polisi RW oleh Kapolres Kediri Kota AKBP Teddy Chandra, S.I.K., M.Si. Program ini dilakukan untuk memaksimalkan polisi di tiap RW, Jumat (19/05/2024) Dalam Launcing Polisi RW ini di hadiri oleh Forkopimda Kota Kediri, Forkopimda Kab Kediri, Ketua PCNU Kota Kediri serta 3 Pilar Kecamatan , 3 Pilar Kelurahan / Desa ,Kasat Kamling ketua Linmas se wilayah hukum Polres Kediri Kota. Dalam sambutanya AKBP Teddy mengucapkan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat, berdasarkan beberapa survie atas meningkatnya kepercayaan publik terhadap Polri. "Sebanyak 618 Pers yang diterjunkan mengawakinya, Progam Polisi RW ini di wilayah Kota 1 Polis satu RW sedang untuk di wilayah Kabupaten 1 Polisi bisa 2 sampai 3 Rw", terang AKBP Teddy. Polisi RW merupakan program dari Bapak Kapolri yang mengedepankan tindakan Preemtif dan Preventif, diharapkan fungsi pencegahan dini lebih kita kedepankan sehingga tujuan mendekatkan diri dan meraih kepercayaan masyarakat dapat tercapai, terang AKBP Teddy. "Tugas Polisi RW nantinya untuk mencatat,mendengar dan mencarikan solusi terkait permasalahan yang ada di masyarkat" kata AKBP Teddy. Apabila ada masalah sosial diharapkan tak meluas hingga ke atas tetapi bisa diselesaikan cukup di RT/RW. Selain itu, Polisi RW ini bisa membantu percepatan informasi dan solusi jika terjadi permasalahan. Kapolres Kediri Kota AKBP Teddy Chandra mengatakan, harapan dari terbentuknya Polisi RW ini, bisa benar-benar hadir di tengah masyarakat. "Kita ikatkan keharmonisan dan kedekatan kita dengan masyarakat. Pastikan kehadiran polisi bisa menjadi problem solving masyarakat di tingkat RW," katanya. Seperti halnya di program Polisi RW anggota yang bertugas setiap permasalahan sosial jangan dibiarkan, bila perlu datangi rumahnya. Jika kepatuhan masyakarat terhadap orang tuanya tinggi, maka potensi kerawanan aksi kriminalitas dan kerawanan sosial akan bisa di reduksi. "Jika sudah seperti itu maka tugas kita akan semakin ringan. Tidak perlu kita beratus-ratus orang patroli,"kata Kapolres Kediri Kota. Karena menurutnya, kesadaran masyarakat sudah tinggi. Dan itu semua adalah tugas Polisi RW untuk memberikan edukasi dan asesmen terhadap setiap permasalahan di setiap RW. Menurut Teddy tidak ada bedanya dengan tugas Polisi sehari-hari. Bangun kolaborasi, bangun Komunikasi, bangun Sinergi dan bangun kehangatan bersama masyarakat. "Bahwa kita menjadi bagian di dalam RW tersebut. Jika mengandalkan Bhabinkamtibmas yang membawahi setiap kelurahan, tidak akan tercover secara keseluruhan.Karena kita butuh kesegeraan. Masyarakat sudah menunggu aksi kita, menunggu langkah nyata kita," imbuhnya. Dalam program ini tidak hanya melibatkan Bhabinkamtibmas namun semua Polisi, baik dari fungsi Samapta, Lalu Lintas serta Reserse Kriminal serta Intelijaen untuk diterjunkan menjadi Polisi RW diharapkan dengan cepat merespon dan mencarikan solusi apa yg menjadi permasalahan di masyarakat," pungkasnya. (hms)
“Kuotanya itu ada 3.000 bus dengan total bus sebanyak 70 unit,” tandasnya.
Lonjakan Penumpang
Terminal Terpadu Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur sejak Sabtu (20/12/2025) kemarin sudah dipadati oleh penumpang yang ingin berlibur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan berbagai kota tujuan.
Dari pantauan Wartakotalive.com di lokasi, Senin (22/12/2025) pagi, sejumlah penumpang terlihat sedang menunggu kedatangan bus untuk mengantar ke berbagai kota.