Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Messenger
Viber
Pinterest
Email
Print
Demi Kelancaran Haul Abah Guru Sekumpul, Polres Tanah Laut Mendirikan Sejumlah Pos PAM
TANAH LAUT, Liputan Terkini – Dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan haul Abah Guru Sekumpul yang diselenggarakan di Martapura Kab. Banjar, Minggu (29/1), Polres Tanah Laut, Polda Kalsel telah mendirikan beberapa pos pengamanan.
Pos pengamanan di dirikan di beberapa titik, yakni Pos Pam disimpang 3 Bentok Kec. Bati – bati, Pos Pam disimpang 3 Angsau Kec. Pelaihari dan Pos Pam di Polsek Jorong.
Kapolres Tanah Laut, AKBP Rofikoh Yunianto menyatakan bahwa Jajaran Polres Tanah Laut, juga telah melakukan patroli mobile di beberapa lokasi rawan terjadinya kejahatan, kemacetan dan laka lantas.
“Polres Tanah Laut juga telah menyiapkan Tim untuk melakukan Patroli mobil di beberapa lokasi rawan terjadinya kejahatan, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas”, ungkapnya.
Selain mendirikan Pos Pengamanan dan Patroli, Polres Tanah Laut juga secara langsung membagikan Snack baik dilokasi Pos Pengamanan dan atau mendistribusikan snack ke Masjid / Musholla yang menyedikan tempat istirahat dan makan / minum gratis, pungkasnya.**
(Red)
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Messenger
Viber
Pinterest
Email
Print
BacaSaja Kapolda Sumsel Tegaskan Pentingnya Kolaborasi dalam Penanganan Karhutla Tribratanews.polri.go.id - PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Selain melakukan pemadaman terhadap titik api yang masih aktif, langkah pencegahan dan mitigasi di wilayah rawan juga terus dimaksimalkan agar kebakaran tidak meluas maupun muncul di kawasan baru. Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menyampaikan hal tersebut usai mengikuti kegiatan Salat Istisqa bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di Griya Agung, Palembang, Selasa (25/8/2026). Kapolda mengatakan, kolaborasi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam pengendalian Karhutla di Sumatera Selatan. Kerja bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, stakeholder terkait serta masyarakat terus diperkuat dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. “Kolaborasinya luar biasa. Pencegahannya kita maksimalkan. Yang masih nyala kita padamkan. Yang di depan kita juga akan kita mitigasi agar jangan sampai terbakar juga,” ujar Kapolda. Menurut Kapolda, upaya penanganan dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan pencegahan, pemadaman serta penegakan hukum. Hingga saat ini, sebanyak 17 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam penanganan perkara terkait Karhutla. Kapolda juga menyampaikan bahwa terdapat perkara yang telah dituntaskan, sementara sejumlah perkara lainnya masih dalam proses penanganan. Penegakan hukum tersebut tetap berjalan beriringan dengan upaya pencegahan dan penanganan titik api di lapangan. “Mudah-mudahan ketika kita sudah berbuat bersama dengan Pak Kajati, dengan Pak Gubernur, semuanya sudah baik,” katanya. Di sisi penanganan lapangan, Kapolda menjelaskan masih terdapat kawasan yang membutuhkan perhatian. Karena itu, pemadaman pada lokasi yang masih terdapat titik api serta mitigasi terhadap kawasan yang berpotensi terbakar terus dilakukan bersama seluruh unsur terkait. Kegiatan Salat Istisqa yang diikuti Kapolda Sumsel bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama di tengah upaya penanganan Karhutla. Sementara di lapangan, langkah operasional berupa pencegahan, mitigasi, pemadaman dan penegakan hukum terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan, pengendalian Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat karena pencegahan menjadi salah satu langkah penting untuk menekan munculnya kebakaran baru. “Polda Sumsel bersama jajaran akan terus mengoptimalkan langkah pencegahan, pemadaman dan mitigasi, sekaligus melakukan penegakan hukum terhadap perkara Karhutla yang ditangani. Kami juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” ujar Nandang. Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, stakeholder terkait hingga masyarakat harus terus diperkuat. Partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi mengenai munculnya titik api maupun potensi kebakaran juga diperlukan agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Polda Sumsel memastikan pengendalian Karhutla akan terus dilakukan secara terpadu melalui langkah preventif, respons cepat terhadap titik api dan penegakan hukum. Kolaborasi seluruh unsur diharapkan mampu menekan risiko kebakaran sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan di Sumatera Selatan.
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Copyright © 2022 - Bacasaja.co.id